Showing posts with label Ramadhan Edition. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan Edition. Show all posts

Thursday, August 8, 2013

The Variety Of Ramadhan



Sungai Pakning Bazaar Ramadhan

The Variety Of Ramadhan

            Ramadhan already to the corner and come close to Syawal. During the time so many experience the writer had experience it. Firstly, in ramadhan the writer and the other muslimin and muslimat must to go mosque to pray Tarawih and witir in the night, it is obligation each muslim and muslimat and also it is the only pray must to do in Ramadhan. And this Ramadhan to be sure ALLAH SWT will give some a reward for moral conduct. So each pious during in the Ramadhan will give some a reward for moral conduct. Beside that, in the day for muslimin and muslimat must to take fast.

Tuesday, August 6, 2013

At-Tauhid: Panduan Zakat Fitri




Panduan Zakat Fitri

            Zakat secara bahasa berati an namaa’ (tumbuh), az ziyadah (bertambah), ash sholah (perbaikan), menjernihkan sesuatu dan sesuatu yang dikeluarkan dari pemilik untuk menyucikan dirinya. Fitri sendiri berasal dari kata ifthor, artinya berbuka (tidak berpuasa). Zakat disandarkan pada kata fitri karena fitri adalah sebab dikeluarkannya zakat tersebut. [Al Mawsu’ah Al Fiqiyah, 2/8278] ada pula ulama yang menyebutkan zakat ini dengan sebutan “fithroh” yang berarti fitrah/naluri. An Nawawi mengatakan bahwa untuk harta yang dikeluarkan sebagai zakat fitri disebut dengan “fithroh” [Al Majmu, 6/103]. Istilah ini digunakan oleh para pakar fikih. Sedangkan menurut istilah, zakat fitri berarti zakat yang diwajibkan karena berkaitan dengan waktu ifthor (tidak Berpuasa lagi) dari bulan ramadhan. [Mughnil Muhtaj, 1/592].

At-Tauhid: Hadis Lemah Dan Palsu Seputar Bulan Ramadhan



Hadis Lemah Dan Palsu Seputar Bulan Ramadhan

            Islam adalah agama yang ilmiah. Setiap amalan, atau ajaran yang disandarkan kepada islam harus memiliki dasar Al-quran dan hadis Nabi shallallahu’alaihi wasallam yang otentik. Dengan ini, islam tidak member celah kepada orang-orang yang beritikad buruk untuk menyusupkan pemikiran-pemikiran atau ajaran lain ke dalam ajaran Islam.

Friday, August 2, 2013

At-Tauhid: Hikmah Berpuasa dan Kelebihan Ramadhan



Hikmah Berpuasa dan Kelebihan Ramadhan
            Bulan Ramadhan sudah hamper ke penghujungnya dan mari sama- sama memanfaatkan momentum yang berharga ini yaitu dibulan yang sangat suci, yang penuh agung, penuh rahmat dan bulan pengampunan dosa-dosa yang telah lalu. Hikmah berpuasa dan kelebihan ramadhan adalah diantaranya:

Sunday, July 21, 2013

At-Tauhid: Menantikan Malam Lailatul Qadar



Menantikan Malam Lailatul Qadar
Bersemangat Di Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan
            Sepertiga terakhir bulan Ramadhan adalah saat-saat yang penuh dengan kebaikan dan keutamaan serta pahala yang melimpah. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu suri tauladan kita Nabi shallallahu alaihi wasallam dahulu bersungguh-sungguh untuk menghidupkan sepuluh hari terakhir tersebut dengan berbagai amalan melebihi waktu-waktu lainnya. Sebagaimana istri Beliau, Ummul Mukminin Aisyah berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihikesungguhan beliau di waktu yang lainnya”. (HR.Muslim).
            Aisyah radhiyallahu anha juga mengatakan, “Apabila Nabi shallallahu alaihi wasallam memasuki sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan, beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Thursday, July 18, 2013

At-Tauhid: Hadis Dho'if Bukan Sandaran Hukum



Hadis Dho’if Bukan Sandaran Hukum
            Kaum muslimin yang semoga dirahmati ALLAH SWT. Saat ini telah tersebar berbagai macam perkara baru dalam agama ini yang tidak pernah dicontohkan Nabi shallallahu alaihi wasallam dan tidak pernah pula dilakukan oleh para sahabatnya. Dan kebanyakan hal itu terjadi dikarenakan tersebarnya hadis dho’if atau lemah di tengah-tengah umat.
            Selain itu juga, hadis dhoif digunakan oleh sebagian orang untuk menjelaskan keutamaan amal yaitu mendorong umat untuk melakukan kebaikan dan menakut-nakuti mereka agar tidak melakukan kejelekan. Hadis dhoif (bahkan palsu) ini semakin tersebar di zaman yang penuh kebodohan mengenai derajat hadis saat ini baik melalui tulisan ataupun melalui lisan para da’i. namun menjadi suatu pertanyaan penting, apakah hadis dhoif (atau bahkan palsu) boleh dijadikan sandaran hukum?! Simaklah pembahasan berikut ini.

Friday, July 12, 2013

At-Tauhid: Menghidupkan Malam Ramadhan Dengan Shalat Tarawih



Menghidupkan Malam Ramadhan Dengan Shalat Tarawih
            Shalat ini dinamakn tarawih yang artinya “istirahat” karena orang yang melakukan shalat tarawih beristirahat setelah melaksanakan shalat empat rakaat. Shalat tarawih termasuk qiyamul lail atau shalat malam. Akan tetapi, shalat tarawih dikhususkan di bulan Ramadhan. Jadi, shalat tarawih adalah shalat malam yang dilakukan di bulan Ramadhan.
            Para ulama sepakat bahwa shalat tarawih hukumnya adalah sunnah (dianjurkan). Bahkan menurut ulama Hanafiyah, Hanabilah dan Malikiyyah, hukum shalat tarawih adalah sunnah mu’akkad (sangat dianjurkan). Shalat ini dianjurkan bagi laki-laki dan perempuan. Shalat tarawih merupakan salah satu syiat islam. Shalat tarawih ini disyariatkan dilakukan secara berjamaah sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat-sahabat setelahnya.

At-Tauhid: Beribadah Hanya Untuk Menggapai Dunia



Beribadah Hanya Untuk Menggapai Dunia
            Inilah yang sering kita lihat pada umat islam saat ini. Mereka memang gemar melakukan puasa sunnah (yaitu puasa senin-kamis dan lainnya, namun semata-mata hanya untuk menyehatkan badan sebagaimana saran dari beberapa kalangan. Ada juga yang gemar sekali bersedekah, namun dengan tujuan hanya untuk memperlancar rezeki dan karir. Semua yang dilakukan memang suatu amalan yang baik. Tetapi niat didalam hati senyatanya tidak ikhlas karena ALLAH, namun hanya ingin mendapatkan tujuan-tujuan duniawi semata. Kalau memang demikian, mereka bisa termasuk orang-orang yang tercela seebagaimana disebutkan dalam ayat berikut.

Monday, July 8, 2013

At-Tauhid: Ramadhan Bersama SIapa?



Ramadhan Bersama Siapa?
            Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda, “Hari puasa adalah hari ketika orang-orang berpuasa, idul fitri adalah hari ketika orang-orang berbuka, dan Idul Adha adalah hari ketika orang-orang menyembelih”. (HR. Tirmidz; 632, Ad Daruquthni; 385).
            Dalam lafas yang lain; “Kalian berpuasa ketika kalian semuanya berpuasa, dan kalian berbuka ketika kalian semua berbuka”. (HR. Ad Daruquthni; 385, Ishaq bin Rahawih dalam Musnad; 238)

At-Tauhid: Setiap Ucapan Akan Masuk Catatan Amal



Setiap Ucapan Akan Masuk Catatan Amal
            Segala puji bagi ALLAH, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabat. Sebuah ayat menarik sekali untuk dikaji yang berisi pelajaran agar kita pintar-pintar menjaga lisan. Ayat tersebut terdapat dalam surat Qaaf tepatnya ayat 18. ALLAH Ta’ala berfirman yang artinya, “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir”. (QS. Qaaf; 18).

At-Tauhid: Sebab Lemahnya Kaum Muslimin



Sebab Lemahnya Kaum Muslimin

            Kaum muslimin, yang semoga dirahmati ALLAH SWT. Keadaan umat islam ini begitu memprihatinkan. Di hadapan musuh-musuh mereka, umat ini terus mengalami kekalahan, ketertinggalan, dan penindasan. Negeri-negeri kaum muslimin dirampas begitu saja oleh musuh-musuh mereka. Dalam tubuh umat islam sendiri, mereka saling berselisih dan berpecah belah. Apa sebab lemahnya kaum muslimin saat inni dan bagaimana pemecahan masalah tersebut?.

Sunday, July 7, 2013

At-Tauhid: Salah Dalam Memahami Syirik



Salah Dalam Memahami Syirik
            Syirik sudah kita pahami bersama adalah sejelek-jeleknya dosa. Namun sebagian orang keliru dalam memahami syirik, dikira syirik hanyalah untuk bentuk penyembahan terhadap berhala atau menyakini ada pencipta selain ALLAH. Padahal syirik tidak terbatas pada itu saja. Dan sekali lagi syirik yang kita bahas bukanlah yang artinya iri. Namun yang dibahas, syirik adalah bentuk peribadahan pada selain ALLAH.

At-Tauhid: Shirathal Mustaqim Petunjuk Jalan Yang Lurus

Shirathal Mustaqim Petunjuk Jalan Yang Lurus

            Dalam surat Al-Fathihah yang kita baca setiap sholat, terkandung permohonan doa kepada ALLAH Ta’ala agar kita senantiasa diberi hidayah diatas shirathal mustaqim, yaitu tatkala kita membaca firman ALLAH yang artinya, “Ya ALLAH Tunjukilah kami jalan yang lurus (Shirathal mustaqim), yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat”. (Al-Fatihah; 6-7).
            Sungguh saudaraku, nikmat berada diatas shirathal mustaqim adalah nikmat yang agung bagi seorang hamba.

Thursday, July 4, 2013

At-Tauhid: Memupuk Rasa Takut Kepada ALLAH



Memupuk Rasa Takut Kepada ALLAH

            Pernahkah kita tersadar bahwa lancangnya kita melakukan hal-hal yang dilarang agama, meninggalkan perintah agama dan meremehkan ajaran agama itu semua karena betapa minimnya rasa takut kita kepada ALLAH. Bahkan kita terkadang lebih takut kepada manusia daripada kepada ALLAH Ta’ala. Padahal ALLAH berfirman yang artinya, “…karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, tetapi takutlah kepada-KU”. (QS. Al-Maidah; 44).
            Maka takut kepada ALLAH adalah salah satu bentuk ibadah yang semestinya dicamkan oleh setiap mukmin.

Friday, June 28, 2013

At-Tauhid: Dan Jika Aku Sakit, Dia Yang Menyembuhkan



Dan Jika Aku Sakit, Dia Yang Menyembuhkan

            Sesuatu yang tidak akan dipungkiri siapa pun adalah kehidupan ini tidak hanya dalam satu keadaan. Ada senang, ada duka. Ada canda, begitu juga tawa. Ada sehat, namun juga adakalanya sakit. Dan semua ini adlah sunnatullah yang mesti dihadapi siapa pun.

At-Tauhid: Hakikat Dan Buah Ilmu, Sebuah Rahasia Kejayaan



Hakikat Dan Buah Ilmu, Sebuah Rahasia Kejayaan

            Dari Umar bin khathaab, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya ALLAH akan mengangkat sebagian kaum dengan Kitab ini (Al-Quran), dan akan merendahkan sebagian kaum yang lain dengannya pula”. (HR. Muslim).

Thursday, June 27, 2013

At-Tauhid: Ikhlas Karunia Terbesar




Ikhlas Karunia Terbesar

            Ikhlas, amatlah kita perlukan. Karena inilah landasan setiap amalan itu diterima. Berikut beberapa nukilan dari ulama tentang pentingnya ikhlas dalam beramal.

Tuesday, June 25, 2013

At-Tauhid: Pengaruh Iman Kepada Sifat Rahmat ALLAH



Pengaruh Iman Kepada Sifat Rahmat ALLAH
            Kaum muslimin yang dirahmati ALLAH, mengimani sifat-sifat ALLAH adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim. Salah satu sifat ALLAH yang wajib untuk kita yakini adalah sifat rahmat/kasih sayang. ALLAH Ta’ala memiliki sifat rahmat. Sifat ini telah ditetapkan di dalam al-Kitab maupun as-Sunnah.
            Misalnya, ALLAH Ta’ala berfirma dalam surat Al-Fatihah yang artinya, “Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Fatihah; 3). ALLAH Ta’ala juga berfirman yang artinya, “Dan adalah ALLAH itu Maha Penganpunan Lagi Maha Penyayang”. (QS. An-Nisaa’; 96).
            Didalam Sunnah, misalnya dalam hadis yang diriwayatkan oleh Umar bin al-Khathatbab, beliau menceritakan bahwa suatu ketika ada serombongan tawanan perang yang dihadapkan kepada Rasulullah. Di tengah-tengah mereka ada seorang ibu yang kebingungan mencari bayinya. Setiap kali menemukan seorang bayi maka dia pun mendekap dan menyusuinya. Maka, Rasulullah bertanya kepada para sahabat, “Apakah menurut kalian ibu ini tega untuk melemparkan bayinya kedalam kobaran api?”. Para sahabat menjawab, “Tidak, demi ALLAH!”. Lalu Nabi bersabda, “Sungguh ALLAH lebih penyayang kepada hambanya daripada ibu ini kepada anaknya”. (HR. Bukhari dan Muslim)
            Namun, perlu dicermati bahwa rahmat ALLAH itu terbagi menjadi dua; rahmat yang umum dan rahmat yang khusus. Rahmat yang umum diperoleh siapa pun, orang beriman maupun orang kafir, orang yang taat maupun yang maksiat. Yang dimaksudkan adalah rahmat di dunia semata. Sebagaimana firman ALLAH yang menceritakan ucapan para malaikat yang artinya, “Wahai Rabb kami, maha luas rahmat dan ilmu-MU meliputi segala sesuatu”. (QS. Ghafir/ Al Mu’min; 7)At-Tauhid: Pengaruh Iman Kepada Sifat Rahmat ALLAH
           

At-Tauhid: Ibarat Kebun Yang Kandas Sebelum Disabit



Ibarat Kebun Yang Kandas Sebelum Disabit
            Diantara metode Al-Quran dalam menyampaikan ajarannya adalah dengan menggunakan permisalan, karena permisalan itu akan lebih mendekatkan pemahaman dari selainnya. Diantara sekian banyak permisalan yang terdapat dalam Al_Quran adalah permisalan dan perumpamaan kehidupan dunia.
            ALLAH Ta’ala berfirman yang artinya, “Perumpamaan kehidupan dunia itu hanyalah laksana air hujan Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai pula perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya tiba-tiba datanglah kepadanya azab  Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan tanam-tanamannya  laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada orang-orang berfikir”. (QS. Yunus; 24).
            Tentang permisalan ini, Syaikh Abdurrahman As Sa’di mengatakan, “Perumpamaan ini termasuk perumpamaan yang paling bagus. Permisalan ini sesuai dengan keadaan dunia. Karena sesungguhnya kelezatannya, syahwatnya, kedudukannya dan semacamnya membuat silau penghuninya meski hanya sesat. Maka apabila telah lengkap dan sempurna (keindahannya), seketika lenyap, atau pemiliknya yang hilang darinya mati. Jadilah kedua tangannya kosong, dan hati dipenuhi rasa kesedihan, keresahan dan kerugian”. (Taisirul Karimirrahman, hal.339).At-Tauhid: Ibarat Kebun Yang Kandas Sebelum Disabit
           

At-Tauhid: Faidah Seputar Tauhid



Faidah Seputar Tauhid
            Syaikh as Sa’di berkata: “Tidak ada suatu perkara yang memiliki dampak yang baik serta keutamaan yang beraneka ragam seperti halnya tauhid. Karena sesungguhnya kebikan di dunia dan diakhirat itu semua merupakan buah dari tauhid dan keutamaan yang muncul darinya”. (Lihat al-Qaul as Sadid fi Maqashid at Tauhid, hal 16).
Bukan Istilah Baru
            Sahabat Ibnu Abbas mengatakan : Ketika mengutus Mu’ads menuju Yaman, Nabi berpesan kepadanya, “ Sesungguhnya kamu akan menjumpai suatu kaum dari kalangan Ahli Kitab. Hendaklah yang pertama kali kamu serukan kepada mereka adalah supaya mereka mentauhidkan ALLAH Ta’ala…”. (HR. Bukhari dalam kitab At-Tauhid).
            Sahabat Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Nabi bersabda, “Islam dibangun diatas lima perkara : tauhid kepada ALLAH, mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa ramadhan dan haji”. (HR. Muslim dalam kitab Al-Iman).At-Tauhid: Faidah Seputar Tauhid